CARA MENGENDALIKAN DIRI KETIKA SEDANG MARAH
18 Mei 2015
Marah adalah salah bentuk luapan
rasa tidak puas atau tidak cocok manusia terhadap apa yang ada disekitarnya.
Marah pertanda kita memiliki persaan. Semua orang pasti pernah marah tak
terkecuali Nabi Muhammad SAW. Namun dalam soal marah pada istri, tak ada contoh
Nabi yang bisa ditiru. Pasalnya, Nabi Muhammad SAW. sama sekali tidak pernah
marah pada istrinya.
Salah satu senjata setan untuk
membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat
mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan
kalimat kekafiran, menggugat takdir, ngomong jorok, mencaci habis, bahkan
sampai kalimat carai yang membubarkan rumah tangganya.
Menyadari hal ini, islam sangat
menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi
yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak
mudah terpancing emosi. Diantaranya, beliau menjanjikan sabdanya yang sangat
ringkas.
“Jangan marah, bagimu surga.”
(HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Allahu akbar, jaminan yang luar
biasa. Surga..dihiasi dengan berbagai kenikmatan, bagi mereka yang mampu
menahan amarah. Semoga ini bisa memotivasi kita untuk tidak mudah terpancing
emosi.
Bagaimana
Cara Mengendalikan Diri Ketika Sedang Emosi?
Agar kita tidak terjerumus ke
dalam dosa yang lebih besar, ada beberapa cara mengendalikan emosi yang
diajarkan dalam Al-Quran dan Sunah. Semoga bisa menjadi obat mujarab bagi kita
ketika sedang marah.
1.
Pertama, segera memohon perlindungan
kepada Allah dari godaan setan, dengan membaca ta’awudz:
A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM
2.
Kedua, DIAM dan jaga lisan
Bawaan orang marah adalah
berbicara tanpa aturan. Sehingga bisa jadi dia bicara sesuatu yang mengundang
murka Allah. Karena itulah, diam merupakan cara mujarab untuk menghindari
timbulnya dosa yang lebih besar.
Di saat kesadaran kita berkurang,
di saat nurani kita tertutup nafsu, jaga lisan baik-baik, jangan sampai lidah
tak bertulang ini, menjerumuskan anda ke dasar neraka.
3.
Ketiga, mengambil posisi lebih rendah
Kecenderungan orang marah adalah
ingin selalu lebih tinggi.. dan lebih tinggi. Semakin dituruti, dia semakin
ingin lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, dia bisa melampiaskan amarahnya
sepuasnya.
4.
Keempat, Ingatlah hadis ini ketika
marah
Dari Muadz bin Anas Al-Juhani
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang berusaha menahan
amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di
hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk
memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
Subhanallah.., siapa yang tidak
bangga ketika dia dipanggil oleh Allah di hadapan semua makhluk pada hari
kiamat, untuk menerima balasan yang besar? Semua manusia dan jin menyaksikan
orang ini, maju di hadapan mereka untuk menerima pahala yang besar dari Allah
ta’ala. Tahukah anda, pahala ini Allah berikan kepada orang yang hanya sebatas
menahan emosi dan tidak melampiaskan marahnya. Bisa kita bayangkan, betapa
besar pahalanya, ketika yang dia lakukan tidak hanya menahan emosi, tapi juga
memaafkan kesalahan orang tersebut dan bahwa membalasnya dengan kebaikan.
5.
Kelima, Segera berwudhu atau mandi
Marah dari setan dan setan
terbuat dari api. Padamkan dengan air yang dingin.
Ditulis oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina
www.KonsultasiSyariah.com)