Kebahagiaan diPenghujung Nyawa
Azizah Al-Qawiyyah
13 Februari 2015
Tak seindah hamparan padang rumput hijau yang luas.
Tak seluas langit biru yang membentang.
Tak ada jalan semulus yang kulalui.
Benar-benar tak ada sedikit pun suara.
Apakah aku hidup atau juga mati?
Dalam segenap naluri gila,
yang membuatku harus terus hidup.
Berjalan dikegelapan nan sepi.
Aku tak bisa melihat dunia.
Sedangkan aku mempunyai dua mata,
yang ingin kupergunakan.
Hidup ataupun matiku..
Tetesan segelinang air mata terus saja membasahi pipiku.
Senyumku yang mengembang, pelan-pelan mengempis.
Degupan-degupan keras dijantungku.
Tuhan.. suara apa yang sedang kudengar ini?
Suara ledakan tangis merajalela..
Ada apa? Kenapa aku tak bisa merasakan tubuhku?
Perasaanku sudah lain.
Tuhan.. berilah kesempatan untukku..
Untuk membahagiakan mereka yang sudah mengenalku..


0 komentar:
Posting Komentar